Bukan ke Bawah, Sungai di Antartika Ini Justru Mengalir ke Atas. Aneh Tapi Nyata
Pemandangan Antartika

Subhanallah!! Sungai di Antartika Ini Justru Mengalir ke Atas

Posted on
Bukan ke Bawah, Sungai di Antartika Ini Justru Mengalir ke Atas. Aneh Tapi Nyata
Pemandangan Antartika

Sahabat Muslim, Karena imbas gravitasi, air selalu mengalir ke bawah. Pada masalah air mancur, air memang mampu ke atas tapi tetap ke bawah juga akhirnya.

Air juga mampu bergerak naik pada busa atau tisu yang dicelupkan ke air. Tapi coba angkat busa atau tisu itu dari air, niscaya airnya akan menetes ke bawah.

Nah, berbeda dengan sungai yang ada di Antartika ini. Alirannya tidak ke bawah, tapi menanjak di bawah salah satu lapisan esnya. Bagaimana sains menjelaskan gerakan air ke atas ini?

Gelombang (akibat angin), pasang surut (terutama disebabkan oleh gaya gravitasi bulan), dan tsunami (sering dipicu oleh gempa bumi dan tanah longsor atau gunung berapi) mampu menimbulkan air melawan gaya gravitasi.

Energi dan kekuatan yang dihasilkan oleh fenomena alam ini mampu mendorong air ke atas, sehingga memungkinkan gelombang alami naik atau mengalir ke garis pantai.

Sifon beroperasi dengan tekanan yang berbeda. Orang telah memakai sifon semenjak zaman purba.

Orang Mesir kuno memakai sifon untuk irigasi dan dalam proses pembuatan anggur, berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2014 di jurnal Scientific Reports.

Saat ini, sifon mampu dipakai untuk mencuri gas dari mobil. Namun, masih ada perdebatan wacana bagaimana cara kerjanya.

Kita mampu memvisualisasikan sifon dengan membayangkan dua gelas yang dihubungkan oleh tabung berbentuk mirip “U” terbalik. Cangkir yang satu berisi air ada di posisi atas, sedangkan cangkir satunya kosong berada di bawahnya.

Hubungkan kedua cangkir dengan tabung “U” terbalik kemudian sedot air dari cangkir yang kosong. Air pun mengalir dari cangkir penuh ke cangkir kosong.

Nah, pipa U terbalik itulah yang disebut sifon. Siphons juga bekerja di vakum, sehingga tidak tampak tugas tekanan atmosfer, berdasarkan sebuah studi di Journal of Chemical Education tahun 2011.

Sebaliknya, gravitasi dan kohesi molekuler sepertinya terlibat, berdasarkan sebuah studi tahun 2015 di jurnal Scientific Reports. Gravitasi mempercepat air melalui cuilan “bawah” tabung, ke gelas bawah.

Karena air mempunyai ikatan kohesif yang kuat, molekul air ini mampu menarik air ke belakang mereka melalui cuilan tabung yang mengarah ke atas, berdasarkan Wonderopolis, sebuah situs tanya jawab.

Namun, banyak cairan yang tidak mempunyai ikatan kohesif yang besar lengan berkuasa masih bekerja dalam sifon. Kaprikornus tidak terang bagaimana sifon bekerja dalam banyak sekali kasus.

Tindakan Kapiler
Bagaimana dengan teladan kertas tisu? Aksi kapiler ini memungkinkan volume kecil air mengalir ke atas, melawan gravitasi, asalkan air mengalir melalui ruang sempit dan kecil.

Aliran ke atas ini terjadi saat adhesi cairan pada dinding material, mirip handuk kertas, lebih besar lengan berkuasa daripada kekuatan kohesif antara molekul cairnya, berdasarkan Survei Geologi AS (USGS).

Pada tanaman, molekul air disusun menjadi kapiler yang disebut xilem, membantu flora untuk menarik air dari tanah, kata USGS.

Sungai Antartika
Ada sungai yang mengalir ke atas di bawah salah satu lapisan es Antartika, berdasarkan Robin Bell, seorang profesor geofisika yang bekerja di Observatorium Bumi Lamont-Doherty Universitas Columbia di New York.

Di bawah benua es itu ada Pegunungan Gamburtsev, dengan puncak dan lembah yang berukuran sama dengan Pegunungan Alpen Eropa, katanya.

“Di lembah, ada air,” kata Bell pada Live Science. “Kita mampu tahu lantaran saat kita terbang di atasnya, gema dari radar [penetrasi-es] jauh lebih kuat.”

Menariknya, para periset mampu menyampaikan bahwa sungai tersebut berbalik arah lantaran es di atasnya sejajar dengan arah arus es, berdasarkan laporan Live Sciencesebelumnya. Keselarasan dan tekanan besar dari lapisan es di atasnya mendorong air mengalir ke atas, kata Bell.

“Kami menyadari bahwa es memaksa air ke mengalir ke atas bukit, menekan air berbalik arah,” kata Bell.

Ada teladan lain soal air mengalir ke atas ini. Sebuah gempa berskala 8.0 mengguncang Missouri tenggara begitu keras sehingga fatwa Sungai Mississippi untuk sementara berbalik arah.

Alam memang mempunyai kejadian kejadian aneh.

Sumber: intisari.grid. id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.