Sejarah Islam tentang Pembebasan Negeri Syam Pada Tahun 14 Hijriyah
Daerah Syam jaman Saat Ini

Sejarah Islam tentang Pembebasan Negeri Syam Pada Tahun 14 Hijriyah

Posted on

Sahabat Kaum Muslimin dan Muslimat Yang Dirahmati Allah SWT, Perang Yarmuk telah berakhir pada awal masa kekhalifahan Umar Bin Khattab RA dengan memberikan kemenangan di pihak Kaum Muslimin. Setelah itu, tentara Kaum Muslimin berdiam diri untuk menyusun langkah selanjutnya. Apakah tentara kaum Muslimin akan bergerak menuju ke Kota Damaskus, sebagai kota administratif negeri Syam, ataukah tentara kaum Muslimin melanjutkan perjalanannya ke Fihl, tempat  pasukan Romawi menyusun kekuatan besar. Maka kaum muslimin meminta petunjuk kepada khalifah Umar bin Khattab, dan kemudian Khalifah Umar memberikan petunjuk kepada mereka dengan mengirimkan surat yang berisikan, “Dengan hormat, mulailah kalian dari kota Damaskus, robohkan kota itu, karena kota itu adalah benteng negeri Syam dan kediaman para pemimpinnya. Sibukkanlah penduduk Fihl dengan kuda yang kalian sembelih.”[1] Maka Abu Ubaidah bin Al Jar’ah sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin segera melaksanakan perintah dari khalifah Umar bin Khaththab tersebut, dengan bertolak untuk mengepung kota Damaskus bersama pasukannya. Abu Ubaidah juga menyisakan tentaranya di Yarmuk dan mengirimkan sepasukan untuk menyibukkan Pasukan Romawi di Fihl.

Setibanya Abu Ubaidah RA di kota Damaskus, Abu Ubaidah langsung melakukan pengepungan, dan pada waktu yang sama dia juga mengirimkan sejumlah pasukan Muslimin menuju arah utara kota Damaskus, dengan tujuan kekuatan Romawi sibuk sendiri dan tidak mampu memberikan bala bantuan untuk  Kota Damaskus.

Kota Damaskus dikelilingi oleh tembok dan aliran air di setiap sisinya. Untuk itu, Abu Ubaidah RA membagi Pasukan Kaum Muslimin mengelilingi Kota Damaskus, dan mulai mengepung kota tersebut dengan gempuran-gempuran selama 70 (tujuh puluh) hari lamanya. Di Kota Damaskus, Pasukan Kaum Muslimin harus mengalami penderitaan yang berat, karena udara saat itu sangat dingin,  sedangkan mereka hanya berpakaian seadanya. Pasukan Kaum Muslimin telah mempersiapkan tangga-tangga dan tali untuk diikatkan ke tembok, untuk melakukan penyerangan di waktu yang tepat.[2]

Sejarah Islam tentang Pembebasan Negeri Syam Pada Tahun 14 Hijriyah
Daerah Syam jaman Saat Ini

Pada Suatu malam penduduk Kota Damaskus sibuk dengan sebuah upacara. Kesempatan itu dimanfaatkan benar oleh Khalid bin Al Walid. Dia bersama sekelompok pasukan kaum Muslimin yang pemberani berenang menyeberangi sungai yang sangat dingin, sehingga mereka bisa sampai di sisi kota yang tidak banyak di jaga tentara Romawi. Khalid bin Walid bersama Pasukan Kaum Muslimin lalu menyandarkan tangga di tembok dan menaikinya. Sesampainya di atas, Khalid mengumandangkan Takbir dan diikuti oleh Pasukan Kaum Muslimin yang masih berada diluar. Penduduk Kota Damaskus menjadi tercengang, mereka kaget. Khalid bersama Pasukan Kaum Muslimin yang menyertainya kemudian turun dan berperang dengan pedang-pedang mereka, hingga mereka berhasil membuka pintu gerbang Kota Damaskus sebagai pintu masuk pasukan kaum muslimin. Pasukan Kaum Muslimin lalu bergerak masuk ke dalam kota. Hal itu membuat para pejabat kota berlari menuju ke pintu lainnya, tetapi pada akhirnya para pejabat itu meminta perdamaian kepada Abu Ubaidah RA.[3]

Setelah kota Damaskus berhasil ditaklukan oleh Kaum Muslimin, Abu Ubaidah mengangkat seorang gubernur yang bernama Yazid bin Abu Sufyan RA. Setelah itu, Abu Ubaidah melanjutkan penyerangan ke kota Fihl untuk menghadapi tentara Romawi. Jumlah pasukan Romawi di kota Fihl tersebut  hampir mendekati delapan puluh ribu pasukan, selain itupula mereka juga membetuk parit-parit yang diisi air disekeliling kota Fihl. Hal itu dilakukan untuk menghalau serangan Pasukan Kaum Muslimin

Tentara Islam kemudian mengepung kota Fihlt. Ternyata pasukan Romawi melakukan serangan malam hari. Karena Pasukan Kaum Muslimin telah melakukan observasi lokasi sebelumnya, tentara Islam telah bersiap dengan serangan musuh  yang tiba-tiba. Terjadilah pertikaian antara pasukan Romawi melawan tentara Islam dalam sebuah perang yang dahsyat. Pasukan Romawi pada akhirnya berusaha melarikan diri, mereka berusaha kembali ke dalam kota. Akan tetapi karena mengalami kepanikan, mereka salah jalan. Mereka justru terperosok ke dalam jebakan yang sebelumnya telah dipersiapkan untuk menjebak Pasukan Kaum Muslimin. Jadilah lumpur yang tidak disukai oleh Pasukan Kaum Muslimin berhasil membantu mereka. Tidak ada satu pun pasukan Romawi yang lepas, kecuali beberapa orang yang berhasil melarikan diri. Perang ini menjadi salah satu perang yang memberikan kemenangan besar atas Romawi di negeri Syam.[4]

Disarikan dari: Penaklukan Dalam Islam, DR.Abdul Aziz bin Ibrahim Al Umari, Penerbit Darussunnah  dari Kisahislam. net

Note:

[1] Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/57

[2] Al Azdi, Futuh Asy Syam 77, dia menempatkan pembebasan Damaskus sebelum Yarmuk, tetapi pendapat yang menurut At Thabari lebih tepat adalah pembebasan Damaskus terjadi setelah pembebasan Yarmuk. Lihat Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/56. Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/427

[3] , Al Baladziri, Futuh Al Buldan 128-129, Al Azdi, Futuh Asy Syam 76,  Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/58, Ibn Al Atsir, Al Kamil 3/428, Adz Dzahabi, Tarikh Al Islam, Ahd Ar Rasyidin 125.

[4] Lihat: Khalifah ibn Khayyath, Tarikh Khalifah Ibn Khayyath 126, Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/59, Ibn AL Atsir, Al Kamil 2/429

Demikian artikel Sejarah Islam tentang Pembebasan Negeri Syam Pada Tahun 14 Hijriyah semoga kita dapat mengambil ibrah dari kisah ini. artikel ini boleh anda bagikan, semoga orang lain mendapat manfaatnya dan Insya Allah menjadi ladang pahala bagi Anda. jazakumullah Khairan Katsira…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.